Minggu, 6 September 2026

STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN, Perkuat Pendidikan Vokasi Bidang Agraria

jelajahindonesia2022@gmail.com··3 menit baca
Bagikan:
STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN, Perkuat Pendidikan Vokasi Bidang Agraria

YOGYAKARTA — Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan bentuk kelembagaan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan tinggi vokasi yang secara khusus mengembangkan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Iklan

Peresmian Politeknik Agraria STPN ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Sekretaris Jenderal, Dalu Agung Darmawan; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustyarsyah; serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian dan penyerahan bendera dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN.

Peresmian tersebut berlangsung bersamaan dengan wisuda 568 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Menteri Nusron.

Menurutnya, selama puluhan tahun STPN telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang kemudian mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun berkiprah di berbagai bidang lainnya. Besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk terus memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Menteri Nusron mengatakan, proses transformasi STPN telah melalui perjalanan panjang dan kini memasuki tahap akhir.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir. Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Saat ini, pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN akan terus mengawal proses tersebut hingga selesai.

Tiga Program Studi Baru

Sejalan dengan transformasi kelembagaan, tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Iklan

Ketiga program studi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi Politeknik Agraria STPN agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor agraria, pertanahan, serta tata ruang.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” kata Menteri Nusron.

Ia berharap kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN terus berkembang secara adaptif mengikuti perubahan dan kebutuhan zaman. Kampus tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi teknologi, serta solusi untuk menjawab berbagai persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menjelaskan bahwa perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil dari proses panjang dan perjuangan seluruh civitas academica.

Transformasi tersebut ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru, yakni Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Pembukaan ketiga program studi itu merupakan wujud komitmen Politeknik Agraria STPN dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, sekaligus memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” pungkas Sri Yanti Achmad.

Momentum Babak Baru Pendidikan Agraria

Dalam rangkaian peresmian dan wisuda perdana tersebut, turut diberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Heri Mulianto, sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, serta para Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran.

Transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria STPN menjadi penanda penting bagi penguatan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi kuat untuk menjawab tantangan agraria, pertanahan, dan tata ruang di masa depan.

Iklan

Bagikan:

Berita Lainnya