JAKARTA — Perjalanan hidup Iwan Hammer menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan. Berawal dari lorong Kota Watampone dan pernah menjajakan kantong kresek di Pasar Sentral Bone, kini Iwan dipercaya mengemban amanah nasional sebagai Pengurus DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031 sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi.
Dari Penjual Kantong Kresek, Iwan Hammer Kini Jadi Korwil APKLI Merah Putih se-Sulawesi

Iklan
Sejak kecil, Iwan telah akrab dengan kerasnya kehidupan. Ia pernah menjual jalangkote, donat dan roti goreng buatan ibunya dari lorong ke lorong, menjadi penjual kantong kresek hingga tukang parkir di Pasar Sentral Bone. Berbagai pekerjaan kemudian dilakoninya, termasuk menjadi kondektur bus rute Makassar–Kendari serta berjualan pakaian keliling di Sulawesi Tenggara.
Pengalaman hidup tersebut membentuk kepeduliannya terhadap masyarakat kecil. Melihat tingginya pengangguran dan maraknya perang kelompok di Watampone, Iwan mengajak puluhan abang ojek membentuk komunitas Ojek Kamtibmas. Perjuangan itu kemudian berkembang menjadi IKOTAWA (Ikatan Ojek Kamtibmas Watampone) pada 2000 di bawah binaan Sat Binmas Polres Bone.
Iklan
Kiprahnya berlanjut pada perjuangan penataan PKL dan UMKM. Bersama Pimpinan Perusahaan Media Bonepos saat itu, A.M. Darvin, Iwan ikut menggagas kawasan UMKM dan PKL Tana Bangkalae di samping Rumah Jabatan Bupati Bone. Ia juga aktif mendampingi pedagang dalam berbagai kegiatan hingga turut memperjuangkan nasib PKL Lapangan Merdeka pada 2012 bersama aktivis PMII Cabang Bone. Momentum tersebut menjadi salah satu awal keterlibatannya dalam APKLI Bone.
Kini, pengalaman panjang dari jalanan, pasar dan komunitas membawa Iwan ke panggung nasional. Sebagai Korwil Sulawesi DPP APKLI Merah Putih, ia dipercaya melakukan konsolidasi dan penguatan UMKM-PKL di enam provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, dengan cakupan 70 kabupaten dan 11 kota.
“Ini bukan tentang saya, ini tentang kita semua para pejuang UMKM. Saya dari kantong kresek, jadi saya tahu rasanya berada di bawah. Amanah ini akan saya gunakan untuk memastikan tidak ada lagi PKL dan UMKM di Sulawesi yang berjuang sendirian. Dari kantong kresek sampai DPP, semua untuk Merah Putih,” tegas Iwan Hammer.
Perjalanan Iwan menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemudahan. Dari seorang penjual kantong kresek di Pasar Sentral Bone, ia kini dipercaya mengawal perjuangan PKL dan UMKM di enam provinsi Sulawesi.
Berbeda belum tentu terbaik, tetapi yang terbaik pasti berbeda.
Iklan
Berita Lainnya

Sufmi Dasco Ahmad Siap Kukuhkan DPP APKLI Merah Putih 2026–2031 dan Buka Rakernas di Jakarta
Ekonomi ·

Ali Mahsun Apresiasi Dasco, Dinilai Jembatani Aspirasi UMKM ke Presiden
Ekonomi ·

Primnaskop Agregator UKM PKL dan Sekolah Usaha Rakyat Kecil (SURK) APKLI MERAH PUTIH, Ketua Umum: Keniscayaan Urgensif
Ekonomi ·

APKLI Merah Putih Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Sufmi Dasco Ahmad
Ekonomi ·