JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih periode 2026–2031 menggelar Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Organisasi, Keanggotaan dan Pengembangan Wilayah, Kamis, 2 Oktober 2026, di Jakarta.
APKLI Merah Putih Perkuat Konsolidasi Organisasi, Targetkan Pengembangan Wilayah Nasional

Iklan
Rakorbid yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih Dr. Puji Hartoyo, S.E., M.M., membahas penguatan konsolidasi organisasi, penataan keanggotaan berbasis digital, serta percepatan pembentukan struktur kewilayahan sebagai bagian dari program kerja 100 hari DPP APKLI Merah Putih.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum/Formateur dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Ketua Harian Ellif Krismawati, S.Si., M.M., Wasekjen Mangimpal Lumbantoruan, S.S., Kabid Wasfi Velasufah, serta lima Ketua Koordinator Wilayah, yakni M. Fahmi Dzulfidi (Jawa dan Banusra), Iwan N. Raju (Sulawesi), Dr. Muhammad Rifai Darus (Maluku dan Papua), Lukiyus (Kalimantan), dan Harmoko (Sumatera), bersama jajaran departemen terkait. Rakorbid berlangsung secara hybrid, luring dan daring.
Dalam arahannya, Dr. Puji Hartoyo menegaskan bahwa penguatan organisasi harus dimulai dari penataan struktur, pendataan anggota, serta pengembangan wilayah yang terukur.
"Organisasi harus kuat, anggota harus terdata, wilayah harus berkembang. Itu kunci APKLI Merah Putih jadi besar," tegasnya.
Ali Mahsun: APKLI Harus Hadir hingga Tingkat Desa
Iklan
Ketua Umum/Formateur DPP APKLI Merah Putih dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menegaskan bahwa Rakorbid menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi sekaligus upaya memperkuat peran APKLI Merah Putih sebagai wadah perjuangan pedagang kaki lima dan UMKM.
"APKLI Merah Putih harus menjadi rumah besar perjuangan 64 juta pedagang kaki lima dan UMKM Indonesia. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Tugas kita adalah memastikan organisasi ini hadir di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, sampai ke tingkat kecamatan dan desa," ujar Ali Mahsun.
Ia meminta Bidang Organisasi di bawah koordinasi Dr. Puji Hartoyo mempercepat pendataan anggota berbasis digital melalui konsep single data, sekaligus mendorong pembentukan DPD dan DPC di seluruh wilayah.
"Satu anggota, satu KTA, satu perjuangan. Ini harga mati untuk kedaulatan ekonomi rakyat," tegasnya.
Ali Mahsun juga menyampaikan bahwa APKLI Merah Putih akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil.
"Jangan lagi ada PKL yang digusur tanpa solusi. PKL harus ditata, diberdayakan, dan disejahterakan, bukan dimatikan. Itulah cerdasnya kita berorganisasi," pungkasnya.
Rakorbid tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi DPP APKLI Merah Putih periode 2026–2031 untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan kewilayahan, serta mendorong pemberdayaan dan kemandirian pedagang kaki lima di seluruh Indonesia.
Iklan
Berita Lainnya

Sufmi Dasco Ahmad Siap Kukuhkan DPP APKLI Merah Putih 2026–2031 dan Buka Rakernas di Jakarta
Ekonomi ·

Ali Mahsun Apresiasi Dasco, Dinilai Jembatani Aspirasi UMKM ke Presiden
Ekonomi ·

Primnaskop Agregator UKM PKL dan Sekolah Usaha Rakyat Kecil (SURK) APKLI MERAH PUTIH, Ketua Umum: Keniscayaan Urgensif
Ekonomi ·

APKLI Merah Putih Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Sufmi Dasco Ahmad
Ekonomi ·