SOPPENG, — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya para petani. Kondisi lahan yang kekurangan air membuat sejumlah kegiatan pertanian terpaksa terbengkalai.
Kemarau Berkepanjangan di Soppeng, Aktivitas Petani Terhenti

Iklan
Bagi para petani, kemarau panjang bukan sekadar persoalan cuaca, tetapi juga menjadi tantangan dalam mempertahankan aktivitas dan penghidupan mereka. Minimnya ketersediaan air membuat pengelolaan lahan pertanian tidak dapat berjalan secara maksimal.
Salah seorang petani yang ditemui awak media mengaku tetap berusaha bersabar menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, segala sesuatu merupakan kehendak Allah SWT dan sebagai manusia mereka hanya dapat berusaha serta memanjatkan doa.
Iklan
“Kami tetap sabar karena semua itu Allah yang mengatur. Kami hanya bisa memanjatkan doa, karena Allah yang tahu,” ungkapnya, Sabtu (12/9/2026).
Para petani berharap musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga lahan pertanian dapat kembali diolah. Mereka juga berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lebih lama karena aktivitas pertanian merupakan sumber penghidupan utama bagi masyarakat petani.
“Semoga saja kemarau ini cepat berlalu. Kami berharap hujan segera turun agar kami bisa kembali mengolah lahan,” harapnya.
Kemarau yang berkepanjangan menjadi ujian tersendiri bagi petani di Soppeng. Di tengah kondisi tersebut, mereka tetap memilih bersabar, berusaha, dan menggantungkan harapan pada datangnya hujan.(K)
Iklan


