SOPPENG — Kemarau berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Sejumlah petani terpaksa menelan kerugian setelah tanaman padi mereka mengering bahkan mati akibat tidak tersedianya air di area persawahan.
Kondisi memprihatinkan tersebut salah satunya terjadi di wilayah Timpalaja, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Tanaman padi milik petani di kawasan tersebut tampak mengering dan sebagian telah mati di lahan persawahan.
Salah seorang petani mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat gagal panen. Selain kehilangan hasil pertanian, petani juga harus menanggung biaya yang telah dikeluarkan selama proses pengolahan sawah hingga perawatan tanaman.
“Kami ini rugi, Pak. Tanaman padi kami mati semua. Rugi tenaga, ongkos bajak sawah, pupuk, dan racun,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani semakin kesulitan karena seluruh biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat kembali setelah tanaman padi mati sebelum memasuki masa panen.
Para petani pun berharap pemerintah turun tangan memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang terdampak kemarau berkepanjangan.
“Semoga pemerintah bisa membantu kami, Pak, dan mendengar keluhan kami,” harapnya.
Petani berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk mencari solusi terhadap persoalan ketersediaan air di lahan pertanian agar kondisi serupa tidak terus berulang.(K)



